Dasar Menggambar Dengan Pensil Graphit


Pensil berbahan dasar graphit adalah media yang paling sering digunakan untuk menggambar bentuk. Selain itu pensil juga sering digunakan untuk membuat sketsa dasar.

Untuk menggambar obyek tertentu dengan menggunakan media pensil graphit ada beberapa hal dasar yang perlu diperhatikan.

Tingkat Kepekatan Pensil

Pensil graphit memiliki tingkat kepekatan tertentu. Untuk mengetahui tingkat kepekatan bisa dilihat pada kode yang tertera pada pensil seperti H, HB, 2B, 3B, 4B dst. Untuk lebih jelasnya berikut adalah urutan kode pensil berdasarkan tingkat kepekatannya.



Dalam menggambar dengan pensil tidak ada patokan baku tentang pensil dengan tingkat kepekatan mana saja yang harus dipilih untuk membuat sebuah gambar bentuk. Semua tergantung pada kebutuhan masing-masing. 

Cara menggores pensil

Ketika menggambar dengan pensil perlu diperhatikan cara menggores agar arsiran sesuai dengan yang diperlukan. Untuk membuat bentuk utama sebuah gambar bisa digunakan  arsiran kasar dengan pensil agak ditekan. Setelah obyek terlihat bentuknya arsiran halus bisa digunakan untuk menyempurnakan hasil gambaran. Untuk lebih jelasnya contoh urutan menggambar lingkaran berikut bisa menjadi referensi.
  • Membuat sketsa lingkaran




  • Mengarsir dengan pensil yang tidak terlalu pekat seperti H atau HB. Bagian yang langsung menghadap cahaya tidak ikut diarsir.




  • Mengarsir bagian yang lebih gelap dengan pensil yang lebih pekat. Arsiran kasar saja.





  • Seterusnya semakin menjauh dari pusat cahaya arsiran yang lebih pekat ditambahkan. Semakin menjauh maka semakin gelap/pekat. (ururtan c-d semuanya menggunakan arsir kasar)


  • Setelah obyek bola cukup jelas bentuknya gambar tinggal dihaluskan dengan menggunakan arsiran halus. Pensil yang digunakan untuk menghaluskan bisa berbeda tergantung tingkat kepekatan bidang yang dihaluskan. 



Teknik menggambar diatas tentu bukan satu-satunya yang digunakan dalam menggambar dengan pensil graphit. Ada juga seniman yang langsung menggunakan arsiran halus untuk menggambar sebuah obyek tetapi diatur tekanan goresannya. Untuk daerah yang lebih gelap maka sang seniman lebih menekan pensilnya, sebaliknya untuk daerah yang lebih terang.

Cara memegang pensil

Kadang cara memegang pensil tidak terlalu diperhatikan ketika menggambar dengan media tersebut meski sedikit banyak berpengaruh pada proses berkarya. Ada dua cara menggenggam yang umum digunakan.
Cara 1

Cara menggengam ini memiliki beberapa keuntungan. Goresan lebih kuat bila menggenggam pensil dengan cara tersebut sehingga arsiran atau goresan yang dihasilkan lebih tajam.

Selain itu dengan cara ini sang seniman bisa lebih mudah mengatur arah goresan sehingga lebih mudah membuat bentuk.
Cara 2

Cara menggenggam seperti ini pada umumnya memiliki tekanan goresan yang lebih ringan dibanding cara pertama. Selain itu lebih sulit mengatur arah goresan bila dibanding cara pertama. Keuntungan menggunakan cara kedua ini adalah lebih mudah dan cepat untuk membuat arsiran tipis terutama pada bidang yang luas. Untuk menebalkan arsiran maka arsiran pada bidang yang ingin ditebalkan diulang beberapa kali.

Cara mengarsir

Pensil bisa digunakan untuk membuat beberapa macam arsiran, diantaranya:  

Arsiran garis seperti diatas adalah yang paling umum digunakan karena cocok digunakan untuk membangun bentuk apa saja tinggal diatur gelap terangnya.


Arsiran berbentuk lingkaran spiral seperti diatas cocok digunakan ketika menggambar obyek yang mengandung bentuk melingkar, seperti rambut keriting atau awan tebal.

Arsiran yang mengikuti lekuk obyek yang digambar sering digunakan ketika menggambar bagian detail. Mengarsir dengan cara ini butuh kejelian lebih sehingga lebih memakan waktu ketimbang cara-cara sebelumnya.


Arsiran silang bisa digunakan untuk membuat lebih gelap. Arsiran silang seperti diatas sebenarnya tidak terlalu sering digunakan ketika menggambar dengan pensil graphit. Arsiran tersebut lebih sering digunakan jika menggunakan media tinta seperti drawing pen, tinta bak dll.
Hal yang juga penting berhubungan dengan mengarsir bidang adalah ketajaman pensil. Sebaiknya pensil harus dipastikan selalu tajam. Hasil arsiran pensil yang tajam lebih tegas ketimbang yang tumpul sehingga lebih menghemat waktu. Bahkan untuk membuat arsiran samar sekalipun pensil tumpul masih kurang baik, karena terlalu samar. 

Arah datang cahaya 

Sebuah obyek pada gambar sebenarnya dibentuk oleh perpaduan gelap terang obyek tersebut. Bagian yang lebih dekat atau berhadapan langsung dengan cahaya terlihat terang sebaliknya dengan bagian yang menjauhi atau membelakangi sumber cahaya. Berikut beberapa contoh gambar obyek berdasar arah cahaya.

Gambar 1. Cahaya datang dari atas


Gambar 2. Cahaya datang dari atas agak serong ke kanan




Gambar 3. Cahaya datang dari samping kanan


Gambar 4. Cahaya datang dari dua arah berbeda

Gambar 5. Bagian bawah obyek terkena pantulan cahaya


Semua obyek pada suatu komposisi gambar harus mengikuti aturan arah sumber cahaya diatas. Itu artinya bila sebuah gambar terdiri dari beberapa obyek maka semua obyek tersebut harus memiliki patokan arah sumber cahaya yang sama. 

Gambar 5. Komposisi beberapa Benda dan pencahayaannya


Arah jatuh bayangan

Setiap benda pasti memiliki bayangan bila pada tempat benda tersebut berada terdapat cahaya. Arah bayangan akan selalu menjauhi sumber cahaya. Ukuran, bentuk dan tingkat ketegasan/kesamaran bayangan tergantung pada posisi sumber cahaya, posisi obyek dan posisi tempat jatuhnya cahaya. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar berikut


Sumber cahaya dari atas obyek. Obyek berada tepat diatas tempat jatuhnya cahaya



Sumber cahaya dari kanan atas obyek. Obyek tepat berada diatas tempat jatuhnya cahaya




Sumber cahaya dari depan dan dekat dengan obyek. Arah bayangan semakin menjauhi sumber cahaya dan semakin samar.

Obyek melambung menjauhi tempat jatuhnya bayangan dan mendekati sumber cahaya. Ukuran bayangan menjadi lebih besar dari ukuran obyek tetapi lebih samar. 


Tempat jatuhnya cahaya datar lalu menyudut ke atas. 

Peralatan tambahan

Untuk memudahkan proses menggambar beberapa alat tambahan perlu dipersiapkan. Penghapus adalah alat yang sangat penting untuk mengoreksi kesalahan. Sebaiknya penghapus yang dipilih adalah yang bermerk terpercaya karena penghapus berkualitas buruk justru membuat kotor dan kadang merusak permukaan kertas. 



Selain penghapus alat tambahan yang mutlak ada adalah serutan untuk menyerut dan meruncingkan ujung pensil. Serutan yang dipilih sebaiknya yang bermutu baik dan bermerk terpercaya. Menggunakan serutan berkualitas buruk kadang justru merusak pensil karena pisau serutan kurang tajam. 

Kertas adalah media utama dalam menggambar. Kertas yang dipilih sebaiknya yang agak tebal dan bertesktur seperti kertas Ivory atau kertas Concord. Kertas biasa bisa juga digunakan untuk menggambar tapi goresannya kurang muncul. 

Setelah proses menggambar dengan pensil selesai hasil gambar bisa diubah menjadi file computer. Untuk itu diperlukan peralatan tambahan yaitu scanner atau kamera digital. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Menscan dengan scan nermemiliki keuntungan dimana bentuk hasil scan sama dengan gambar. Kekurangan menggunakan scanner adalah tidak bisa menscan gambar yang terlalu besar. Pada umumnya scanner yang banyak digunakan secara perorangan hanya bisa menscan kertas sekitar ukuran A4(21x29,7).  Memfoto dengan kamera beresiko bila sudut pengambilan gambar tidak tepat maka bentuk hasil jepretan bisa jadi berubah sedikit, karena itu perlu memposisikan kamera dengan baik ketika memfoto hasil karya. Untuk saran tambahan pemotretan gambar sebaiknya dilakukan di luar ruangan  pada siang hari, karena cahaya menyebar.
                                
Hasil karya dengan pensil setelah beberapa waktu kadang akan mulai pudar. Untuk mengantisipasi hal tersebut sebaiknya hasil gambar diberi pelapis (pernis). Pelapis terbaik adalah pernis khusus lukisan yang berbentuk sprai (bisa dibeli di toko alat lukis) cuma sayang harganya mahal. Bila ingin yang lebih murah menggunakan cat spray kalengan yang transparan juga bisa. Hanya saja setelah waktu lama gambar yang dilapisi akan berubah warna sedikit.


Obyek yang akan digambar

Obyek yang akan digambar sebenarnya tidak terbatas. Orang bisa menggambar apapun yang ia suka termasuk yang bersifat hayalan. Ketika menggambar obyek tertentu ada baiknya mengambil foto obyek tersebut sebagai patokan. Lebih baik lagi bila obyek yang digambar tepat berada di depan sang penggambar. Semisal bila ingin menggambar buah atau bunga sebaiknya mencari foto/gambar bunga atau buah tersebut sebagai referensi atau mencari bunga atau buah yang asli dan menggambarnya. Jika tanpa referensi biasanya proses menggambar jadi lebih sulit dan hasilnya kadang tidak akurat. Misalnya bila ada orang yang ingin menggambar jeruk tetapi ia hanya menghayalkannya saja dan tidak mencari referensi hasil akhirnya mungkin lebih mirip bola alih-alih menyerupai jeruk.

Menggambar dengan perasaan

Yang harus diperhatikan ketika menggambar dengan pensil adalah mood. Sebagian orang berpikir kalau proses menggambar adalah pekerjaan yang bisa secepatnya diselesaikan. Harap diperhatikan kalau menggambar yang baik berarti perasaan juga dillibatkan. Menggambar yang baik perlu kecermatan dan kesabaran agar hasilnya baik. Tidak masalah bila waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan karya bisa lama asalkan penggarapannya serius dan hasilnya matang. Jangan sekedar bentuknya sudah mirip maka dianggap sudah jadi gambarnya. Unsur-unsur gambar seperti bentuk, garis, lekukan, karakter, detail, pencahayaan dll perlu diperhatikan dengan cermat agar hasilnya baik. Yang perlu diingat adalah “seorang penggambar yang amatir hasilnya bisa lebih baik bila ia menggambar dengan cermat, sabar dan dengan perasaan dibandingkan seorang yang mahir menggambar tapi tergesa-gesa menggambarnya”.  







Komentar

Posting Komentar