Menggambar Wajah Orang Tua


Tutorial kalli ini bertema menggambar wajah orang tua. Sebagai acuan untuk kali ini adalah wajah tokoh Nelson Mandela. Ia adalah seorang tokoh dunia yang terkenal bahkan setelah meninggal dunia. Dengan demikian tutorial kali ini sedikit banyak memberi kesan tersendiri.
Disamping kesan yang ada menggambar wajah orang tua juga sebenarnya memberi tantangan tersendiri jika dibandingkan dengan menggambar wajah anak kecil atau orang dewasa. Beberapa ciri-ciri utama yang sangat menonjol pada wajah orang tua seperti keriput, pori-pori yang menonjol, rambut yang beruban dll tentu menjadikan proses menggambar lebih sulit.  Meski begitu dengan adanya tantangan tersebut kadang justru lebih membuat saya bergairah untuk menyelesaikan proses menggambar wajah orang tua.

Apapun itu entah disebut tantangan atau kesulitan sebenarnya menggambar wajah orang tua dengan karakter spesifik yang dimilikinya bagi saya tetap menyenangkan. Jika Anda juga tertarik untuk menggambar wajah dengan obyek tersebut tetapi masih agak bingung bagaimana memulai dan menyelesaikannya maka tutorial berikut tentu sedikit banyak bisa membantu. Selamat mencoba :).

Membuat Sketsa

Langkah pertama dalam menggambar wajah orang tua adalah membuat sketsa terlebih dulu. Untuk sketsa pensil yang digunakan adalah H.

Mengarsir Tipis dan Merata Semua Bagian 


Langkah kedua adalah mengarsir halus dan tipis keseluruhan  bagian. Pensil yang digunakan masih pensil H. Dengan mengarsir tipis seperti ini arsiran-arsiran selanjutnya akan lebih matang. Meski ada bagian yang berwarna putih (seperti mata dan bagian yang langsung menghadap cahaya) tetap diarsir halus dan tipis karena sebenarnya bagian-bagian tersebut tidak sepenuhnya berwarna putih. Warna putih pada gambar baru muncul pada benda yang berkarakter mengkilap seperti cermin atau logam.

Membuat Tambahan Garis Acuan 

Langkah selanjutnya adalah membuat garis bantu pada bagian-bagian tertentu yang akan diarsir lebih lanjut seperti garis keriput di wajah dan garis kantung mata. Bagian pada wajah yang paling terang juga di garisi tipis sekitarnya untuk menandai.

Mengarsir Keseluruhan Wajah Sekali Lagi

Arsir lagi dengan pensil H agar lebih gelap. Semua bagian diarsir kecuali tempat yang paling terang menghadap cahaya.

Membangun Bentuk Wajah

Langkah berikutnya adalah membangun bentuk wajah. Pada tutorial sebelumnya pensil yang digunakan untuk menggambar bentuk wajah secara keseluruhan adalah pensil 3B. Untuk yang kali ini gunakan pensil H untuk membangun bentuk wajah. Arsiran kasar saja tidak perlu terlalu halus. Yang penting bentuk wajah jadi jelas.

Perhatikan baik-baik garis acuan yang sudah dibuat sebelumnya agar lebih mudah mengerjakannya. Pada tahap ini bentuk wajah seharusnya sudah cukup jelas tinggal disempurnakan saja.

Menghaluskan Arsiran Kasar

Gunakan pensil 3B untuk menghaluskan arsiran kasar yang sudah dibuat sebelumnya. Pensil 3B juga bisa digunakan untuk menggelapkan bagian yang lebih gelap.

Mematangkan Karakter


Agar karakternya lebih matang gunakan pensil 5B untuk menggelapkan beberapa bagian yang paling gelap. Bagian-bagian detail seperti keriput di dahi juga di arsir tipis menggunakan pensil 5B sehingga lebih muncul.

Menggelapkan Beberapa Bagian

Bentuk wajah sudah sepenuhnya terlihat. Sekali lagi gelapkan bagian-bagian yang paling gelap agar lebih kuat karakternya. Kali ini gunakan pensil 7B.

Mulai Membuat Kerah

Setelah wajah bisa dibilang selesai bagian selanjutnya adalah bagian baju (kerah). Tidak seperti tutorial sebelumnya kali ini ada hal yang menyulitkan dalam menggambar kerah karena memiliki motif batik. Sekilas memang sulit tapi justru cukup menantang. Untuk menggambar motif batik tersebut yang pertama dilakukan adalah menggambar pola utamanya dulu.

Menyelesaikan Bagian Kerah


 Setelah pola utama selesai dibuat lalu selesaikan motif batik tersebut dengan pensil 5B. Untuk bagian-bagian yang detail seperti garis kecil dan beberapa lingkaran kecil putih tidak perlu 100 % persis dengan gambar acuan. Bahkan bisa juga berimprovisasi dengan menambahkan bentuk lain yang penting motif batiknya muncul.

 Selesai dengan motif batik di bagian kerah selesaikan kain yang berada disamping. Saya pikir bagian ini tidak terlalu sulit untuk diselesaikan. Yang penting karakter kain terlihat.

Membuat Bagian Rambut

 Bagian terakhir yang diselesaikan adalah rambut. Kali ini karakter rambut model acuan agak berbeda yaitu keriting dan keseluruhannya beruban bukan rambut hitam. Untuk mengarsir rambut dengan karakter keriting seperti itu gunakan arsiran melingkar-spiral yang diulang-ulang.
(contoh arsiran spiral)
Untuk awal gunakan pensil 3B. arsir hingga karakter rambut muncul. Perhatikan bahwa pada bagian rambut yang bertemu dengan kulit kepala dipergelap lagi agar tidak terlalu kontras.

Menyempurnakan Bagian Rambut

 Untuk menyempurnakan bentuk rambut gunakan pensil 5B untuk mempergelap beberapa bagian. Tetap gunakan arsiran melingkar-spiral.

Finishing

Bagian terakhir adalah finishing. Untuk membuat gambar lebih realistis tambahkan beberapa detail sesuai dengan gambar acuan seperti beberapa tahi lalat dan keriput-keriput kecil. Agar kulit lebih tampak pori-porinya gunakan cara seperti mengarsir tapi dengan membuat garis-garis kecil yang dilakukan berulang-ulang. Berikut contohnya:
 Tambahkan juga beberapa kerutan pada garis wajah. Bagian tertentu yang tidak pas bentuknya dengan gambar acuan juga dibenarkan. Terakhir pada bagian background digelapkan hingga pekat sekali sehingga bagian rambut yang berwarna putih lebih muncul.


(Perbandingan antara hasil dengan Acuan)

Jika Anda masih ingin mencoba lagi yang lainnya, kunjungi juga menggambar wajah wanita. Semoga bermanfaat :).

Komentar