Menggambar Anak Kucing


Kali ini saya akan menyajikan bagaimana menggambar anak kucing. Kucing tentu sudah umum menjadi binatang peliharaan manusia. Tingkah polah anak kucing yang menggemaskan ketika bermain tentu disukai banyak orang. Oleh karena itu saya rasa cocok untuk dijadikan obyek gambar.

Agar lebih bagus saya menggambar anak kucing dengan menggunakan pensil warna. Yang cukup menantang pada tutorial kali ini adalah karakter bulu kucing. Agar hasilnya mendekati karakter bulu kucing yang sebenarnya cara mengarsirnya agak berbeda dengan ketika menggambar obyek yang biasa. Selain itu pengaturan warna juga perlu dipertimbangkan agar hasil akhirnya tidak mentah dan warnanya enak untuk dilihat. Hal yang perlu diperhatikan juga ekspresi wajah. Dalam hal ini adalah bagaimana menonjolkan wajah anak kucing yang menggemaskan.
Untuk menggambar anak kucing boleh jadi cukup menantang apalagi dengan media pensil warna. Karena itu bagi yang ingin bisa menggambar kucing terutama para pecinta hewan imut tersebut selamat mencoba tutorial berikut J.

Langkah 1


Membuat sketsa adalah langkah pertama pada menggambar anak kucing. Untuk ini saya gunakan pensil warna kuning oker (agak kecoklatan). Saya tidak menggunakan pensil biasa untuk membuat sketsa karena dengan pensil biasa kadang menjadi kotor. Selain itu juga kadang kepekatan pensil biasa justru mengalahkan warna pensil warna. Warna kuning oker dipilih karena mendekati warna dasar bulu anak kucing yang saya gambar.

Langkah 2


Masih dengan pensil warna oker saya membuat beberapa detail seperti tapak kaki, kumis kucing dan pola bulu kucing. Sebaiknya tipis saja mengarsirnya jangan terlalu ditekan karena nanti akan ditutup dengan warna lain.

Langkah 3


Langkah berikutnya adalah mengarsir warna dasar. Saya gunakan pensil warna coklat kulit untuk mengarsir. Arsiran pertama ini tipis saja jangan terlalu tebal. Karena yang pertama diolah adalah bagian bulu maka cara mengarsir tidak sama dengan cara mengarsir biasa. Caranya adalah dengan menggores pensil satu arah diulang-ulang terus dan mengikuti arah menyebarnya bulu. Dengan cara ini karakter bulu kucing akan muncul. Hal yang cukup rumit adalah pada bagian kumis kucing karena harus mengarsir disela-sela antara beberapa helai kumis yang transparan. Untuk bagian ini urutan kerjanya adalah membuat outline kumisnya dulu. Setelah itu mengarsir cara biasa tipis saja di sela-sela antara helai kumis kucing. Ulangi terus cara ini sampai ketebalan arsiran yang diinginkan dan terakhir baru mengarsir dengan menarik garis satu persatu untuk membangun karakter bulu kucing. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada contoh berikut.



Langkah 4



Langkah berikutnya adalah mengulang lagi arsiran dengan cara seperti sebelumnya dengan warna-warna yang juga dipakai sebelumnya. Karakter pensil warna adalah cenderung transparan sehingga untuk menghasilkan kepekatan warna yang diinginkan kadang perlu mengulang arsiran beberapa kali. Bila diperlukan agak ditekan ketika menggores pensil warna tapi jangan terlalu keras karena akan merusak kertas dan justru bisa jadi terlihat kotor.

Langkah 5


Masih dengan warna coklat kulit arsir terus bagian bulu sehingga karakter bulu semakin matang. Agar lebih matang lagi gunakan warna coklat kemerahan pada bagian-bagian tertentu yang lebih gelap. Cara mengarsir tidak perlu lagi dengan menggores garis satu persatu seperti sebelumnya tapi bisa juga divariasikan dengan cara mengarsir biasa agar lebih cepat.

Langkah 6


Ulangi terus mengarsir dengan warna yang sama yang dipakai sebelumnya sebelumnya sampai tingkat kepekatan yang pas. Tandanya adalah bila bidang pada bagian bulu yang diarsir sudah tertutup semuanya.

Saya juga mengarsir halus dengan warna kuning oker yang sebelumnya digunakan untuk membuat sketsa agar ada kesan kuning dan warnanya lebih matang.

Langkah 7


Masih terus ulangi arsiran dengan warna-warna yang digunakan sebelumnya agar semakin pekat dan matang karakter bulunya. Agar lebih matang lagi saya juga gunakan warna coklat gelap pada bagian-bagian yang paling gelap. Sekarang bisa dilihat karakter bulu kucing sudah terlihat lebih jelas.

Langkah 8


Terus ulangi arsiran dengan warna-warna tadi. Selain itu saya juga tambahkan warna orange cerah dan juga pink agar warna bulu lebih matang. Saya mengarsir warna-warna tambahan tersebut pada bagian bulu saja dan dengan arsiran tipis hanya untuk memberi kesan-kesan aksen warna. Untuk bagian yang paling gelap saya tambahkan warna hitam agar bentuknya lebih matang. Pada tahap ini bisa dibilang bagian bulu sudah selesai dibuat. Meski begitu ada baiknya pada langkah-langkah selanjutnya tetap ulangi mengarsir bagian bulu dengan warna-warna yang tadi digunakan untuk menggambar bulu agar lebih matang warna dan karakternya.

Langkah 9


Selesai dengan bulu lantas garap bagian detailnya. Yang pertama saya garap adalah mata agar karakter wajah lebih terlihat. Saya gunakan warna coklat kulit untuk membuat ouline bagian-bagian mata. Dibagian dalam mata selain membuat outline untuk anak mata saya juga membuat outline untuk bagian yang merefleksikan cahaya.

Langkah 10


Saya gunakan warna coklat kemerahan dan coklat gelap untuk menggambar bagian-bagian mata sesuai dengan sketsa yang telah dibuat sebelumnya. Bagian yang gelap seperti anak mata (pupil) saya beri tekanan lebih agar lebih gelap.

Langkah 11


Dengan pensil warna colat gelap saya tegaskan lagi gambar bagian mata. Untuk bagian anak mata saya gunakan warna hitam hingga pekat. Warna hitam juga saya gunakan untuk bagian pinggiran mata agar bentuknya lebih jelas. Pada tahap ini bentuk mata sudah kelihatan jelas.

Langkah 12


Yang terakhir untuk bagian mata adalah menambah warna aksen. Karena lensa mata bersifat bening dan bisa merefleksikan warna-warna disekitarnya maka saya tambahkan aksen-aksen warna coklat sesuai warna disekitar mata. Dengan demikikan bagian mata terlihat lebih realistis.

Langkah 13


Selesai dengan mata detail lainnya adalah bagian hidung, bibir dan tapak kaki. Bagian-bagian tersebut saya garap sekaligus karena warna dasar mereka cenderung sama. Untuk menggarap bagian-bagian tersebut saya gunakan warna coklat kemerahan untuk membuat outline dan membangun bentuk dasar masing-masing bagian.

Langkah 14


Setelah bentuk dasar terlihat cukup jelas saya gunakan warna coklat gelap pada bagian-bagian tertentu, seperti bagian sisi tapak kaki dan lubang hidung. Dengan demikian bentuk bagian-bagian tersebut terlihat lebih jelas lagi.

Langkah 15


Setelah jelas bentuknya lalu tinggal menambah kesan-kesan aksen warna agar terlihat manis dan realistis. Saya tambahkan warna aksen merah kecoklatan dan warna pink dengan mengarsir tipis. Saya ulangi arsiran ini pada bagian yang tergelap. Untuk bagian lubang hidung saya tambahkan juga warna gelap sehingga bentuknya lebih jelas. Sekarang gambar keseluruhan anak kucing bisa dibilang sudah jadi dan tinggal menyempurnakannya.

Langkah 16


Langkah terakhir dalam menggambar anak kucing adalah finishing. Tambahkan aksen-aksen warna lainnya seperti kuning dan merah agar warnanya semakin matang. Beberapa bagian yang dirasa masih kurang jadi arsir lagi dengan warna-warna yang digunakan pada bagian-bagian tersebut hingga bentuk dan karakternya matang. Beberapa detail seperti kuku kucing juga digambar. Tambahkan juga bayangan dibagian bawah kaki, tubuh, dan kepala. Di bagian dada bisa ditambah beberapa arsiran tipis dengan warna coklat sehingga karakter bulu di bagian tersebut lebih terlihat. Gunakan warna coklat gelap di bagian-bagian tertentu yang perlu digelapkan seperti lubang telinga dan bawah leher. Jika masih kurang gelap gunakan warna hitam tapi arsir tipis saja jangan terlalu pekat agar tidak kotor.

Saya harap tutorial diatas cukup bisa menolong bagi siapa saja yang tertarik untuk menggambar anak kucing. Jika ingin mencoba yang lainnya silahkan juga kunjung (teknik menggambar apel dengan pensil warna). ­
 


Komentar

  1. makasih buat ilmunya kak, bisa buat tugas seni budaya menggambar nih...blognya juga bagus, rapi, iklannya gak mengganggu..tetap berkarya yah...good job

    BalasHapus

Posting Komentar