MENGGAMBAR HARIMAU SUMATRA DENGAN PENSIL WARNA


Sekarang saya memperlihatkan cara menggambar harimau Sumatra dengan pensil warna. Bagi yang suka menggambar satwa liar tentu tutorial ini bisa sangat berguna. Harimau Sumatra saya ambil sebagai obyek karena hewan tersebut bisa dibilang sebagai salah satu ikon Indonesia, sehingga sedikit banyak memberi kebanggaan juga dalam mengerjakannya.

Karakter bulu dengan warna yang cukup menyolok bisa jadi tantangan ketika menggambar harimau Sumatra dengan pensil warna. Agar bisa lebih memunculkan warna bulu hewan tersebut perlu untuk mengkombinasikan beberapa warna. Memilih beberapa warna tersebut kadang cukup membingungkan juga.
Obyek untuk menggambar harimau Sumatra dengan pensil warna ini yang saya pilih adalah yang sedang mengaum agar memberi kesan “sangar”. Dengan demikian saya harap lebih banyak orang yang tertarik untuk mengikuti tutorial ini.

Langkah 1


Untuk bisa menggambar harimau Sumatra dengan pensil warna tentu perlu membuat sketsanya terlebih dahulu. Untuk tahap ini saya gunakan pensil warna yang berwarna coklat, karena mendekati warna dasar bulu. Pensil graphit tidak saya gunakan karena kadang tidak bisa ditutup oleh arsiran pensil warna. Saya buat sketsa dengan detail agar memudahkan langkah berikutnya.

Langkah 2


Setelah selesai membuat sketsa mulai mengarsir warna dasar. Yang pertama saya garap adalah bagian bulu dulu. Saya gunakan warna coklat agak kemerahan sebagai warna dasar. Saya tambahkan juga warna krem dan pink muda sedikit agar lebih matang.

Langkah 3


Untuk bagian bulu yang berwarna hitam saya gunakan warna coklat gelap untuk dasar. Saya tidak langsung menggunakan warna hitam karena terlalu kontras dengan warna bulu lainnya juga akan terlihat kotor jika langsung digunakan.

Langkah 4


Saya gunakan coklat kemerahan dan coklat gelap sedikit untuk mengolah bentuk bulu. Pada bagian-bagian tertentu seperti garis kerutan antara pipi dan mata kiri saya arsir dengan sedikit menekan agar lebih pekat. Dengan pensil yang sama saya juga mulai membuat bagian hidung.

Langkah 5


Agar warna bulu semakin matang saya tambahkan lagi beberapa warna. Disinilah bagian yang saya sebut cukup membingungkan. Sebagai patokan warna yang saya pilih tidak terlalu jauh dari warna dasar bulu, tetapi cukup menyolok agar karakter bulu semakin hidup. Warna-warna yang saya pilih adalah orange, coklat kemerahan, kuning oker (kuning agak kecoklatan) dan kuning biasa (warnanya mirip kuning telur bukan kuning lemon). Perhatikan tekanan ketika mengarsir. Beri tekanan pada bagian yang lebih gelap dan sebaliknya pada bagian yang lebih terang. Pada tahap ini warna bulu sudah jadi.

Langkah 6


Setelah bulu yang berwarna selesai dibuat tinggal bagian bulu yang berwarna hitam. Sebelumnya bagian tersebut sudah didasari dengan warna coklat gelap. Arsir bagian tersebut dengan warna hitam. Beri tekanan lebih agar warna hitamnya lebih mencolok.

Langkah 7


Setelah bagian bulu yang berwarna selesai diolah kini olah bagian yang berwarna putih. Gunakan pensil warna coklat gelap untuk mengolah bagian ini tetapi dengan arsiran yang sangat tipis. Arsir mengikuti alur bulu.

Yang perlu juga diperhatikan adalah kumis kucing yang tidak boleh ikut diarsir. Agar arsiran tidak menabrak bagian kumis kucing maka buat outline tipis dulu untuk membatasi bagian tersebut setelah itu baru mulai mengarsir.

Langkah 8


Setelah bagian bulu semuanya selesai kini tinggal menggarap beberapa detail seperti mata, gigi dan lidah. Untuk bagian mata gunakan warna kuning oker sebagai dasaran.


Setelah itu arsir warna coklat kemerahan tipis saja disekeliling mata.


Arsir warna coklat gelap tipis saja. Beri tekanan sedikit untuk bagian yang gelap di sekeliling mata.


Langkah 9


Untuk bagian lidah gunakan warna pink cerah untuk mendasari. Setelah itu gunakan warna pink yang lebih pekat untuk menggambar lekukan lidah. Arsir tipis saja tetapi pada bagian yang gelap agak ditekan sedikit.
Untuk memperkuat bentuk lidah gunakan pensil warna coklat kemerahan.


 Gunakan warna coklat pekat pada bagian yang tergelap dibagian dalam. Warna yang sama juga digunakan untuk membuat tekstur lidah, caranya yaitu dengan menggores kecil-kecil seperti membuat titik yang banyak di seluruh bagian lidah.


untuk bagian gigi gunakan warna kuning oker untuk mendasari.
Gunakan warna hitam untuk menyempurnakan bentuk lidah. Arsir tipis warna hitam tersebut. Ulangi beberapa kali arsiran pada bagian yang tergelap. Tambahkan juga warna krem pada bagian ujung lidah agar warnanya semakin matang.


Pada bagian gigi gunakan warna coklat gelap untuk mengarsir bagian tergelap. 


Kini harimau bisa dibilang sudah selesai digarap dan tinggal menggarap latarnya.

Langkah 10


Latar untuk pose harimau Sumatra ini adalah hutan. Untuk warna dasar adalah warna hijau cerah. Arsir warna tersebut di bagian latar belakang. Sedang untuk tanah gunakan warna krem untuk mendasari.
Sebelum mulai mengolah lebih lanjut sebaiknya ujung-ujung bulu diberi arsiran tipis untuk memperjelas batas antara bulu dengan bagian latar.

 Langkah 11


Untuk bagian latar ini saya campurkan beberapa warna. Yang paling utama adalah warna hijau pekat. Arsir warna tersebut sambil membentuk kesan-kesan daun yang rimbun di belakang pose harimau. Bentuknya asal saja yang penting kesan daun lebat muncul. Setelah itu gunakan warna coklat gelap pada bagian yang tergelap untuk memperkuat bentuk. Gunakan juga warna kuning oker untuk mematangkan warna. 

Langkah 12


Selesai dengan latar berupa hutan rimbun kini garap bagian tanah. Untuk bagian ini gunakan warna coklat gelap untuk mengarsir tipis bagian tersebut.



Masih dengan menggunakan warna coklat gelap buat kesan-kesan tanah yang berkerikil. 


Caranya adalah dengan mengarsir kecil-kecil dengan bentuk melingkar-spiral seperti berikut.


Ulang terus arsiran hingga karakter tanah berkerikil lebih jelas. Tahap ini cukup memakan waktu karena arsirannya kecil-kecil.
Setelah selesai dengan arsiran diatas gunakan warna hitam untuk memperjelas kesan tanah berkerikil. Warna hitam juga digunakan pada bagian bawah tubuh harimau yang menempel di tanah. 



Pada tahap ini bisa dibilang gambar hampir selesai dibuat dan tinggal finishing saja.

Langkah 13


Tahap terakhir menggambar harimau Sumatra dengan pensil warna ini adalah finishing atau penyempurnaan. Pada bagian bulu gunakan warna-warna yang sebelumnya digunakan untuk mengarsir sekali lagi bagian tersebut. Setelah diarsir untuk kedua kalinya maka karakter dan warna bulu akan semakin muncul. Untuk bagian bulu yang berwarna hitam juga sama gunakan warna hitam untuk membuat bagian tersebut semakin pekat. Sempurnakan juga bagian bulu yang berwarna putih dengan warna coklat gelap. Olah juga bagian latar hutan dan tanah.

Nah demikian beberapa tahap dalam menggambar harimau Sumatra dengan pensil warna, mudah bukan? Saya harap tutorial diatas cukup jelas dan bisa sangat membantu siapapun yang tertarik untuk menggambar obyek tersebut. Jika tertarik dengan tutorial lainnya mungkin menggambar anak kucing bisa menjadi pilihan yang menarik.  


Komentar