CARA MENGGAMBAR POHON DENGAN PENSIL WARNA


Tutorial kali ini akan membahas tentang cara menggambar pohon dengan pensil warna dengan hasil maksimal. Sebelumnya saya pernah membahas tentang cara menggambar pohon dengan pensil graphit. Silahkan kunjungi lagi halaman post tersebut. kali ini saya menggunakan media pensil warna
untuk menggambar sebuah pohon. Tentunya agar lebih menarik gambar pohon juga perlu diberi warna. dengan demikian maka yang bisa dinikmati tidak hanya bentuknya saja tapi juga keindahan warnanya. Untuk itulah saya membuat tutorial tentang cara menggambar pohon dengan pensil warna ini.

Agar pohon yang digambar tampak seperti pohon asli, selain karakter daun dan batang yang perlu dipertimbangkan dalam cara menggambar pohon dengan pensil warna juga pilihan warna yang mau dipakai. Ketika menggambar pohon dengan pensil warna orang biasanya hanya memilih satu warna untuk satu bagian. Misal untuk daun warna hijau dan batang warna coklat masing-masing Cuma satu warna. Menggambar pohon hanya dengan satu warna untuk masing-masing bagian seperti itu nanti hasilnya kurang memuaskan. Dengan satu warna saja maka yang muncul malah gambarnya terlihat mentah dan kurang diolah. Padahal pilihan warnanya cukup banyak. Dalam satu kemasan pensil warna ukuran sedang biasanya untuk satu warna saja ada beberapa pilihan. Misal untuk hijau ada hijau kekuningan, hijau cerah, hijau pekat, hijau kebiruan dll. Bisa juga warna yang dipilih lantas dikombinasikan dengan warna lainnya agar lebih matang. Misal hijau dicampur coklat menjadi hijau pekat. Nanti akan diterangkan lebih lanjut dalam tutorial cara menggambar pohon dengan pensil warna ini tentang mengkombinasikan beberapa warna.
Saya harap tutorial cara menggambar pohon dengan pensil warna ini bisa membantu siapa pun yang tertarik untuk belajar menggambar obyek-obyek alam. Untuk itu bagi yang tertarik saya ucapkan selamat mencoba.

Persiapan

Hal pertama dalam tutorial cara menggambar pohon dengan pensil warna ini adalah persiapan. Untuk media gambar saya gunakan kertas linen warna putih karena saya suka teksturnya. Kertas ini juga cukup kuat untuk menahan arsiran dengan tekanan kuat. Kalau di kertas biasa kadang bisa robek.
Pensil warna yang saya gunakan dalam tutorial cara mengngambar pohon dengan pensil warna ini adalah pensil warna Faber Castell Classic. Pensil warna Faber Castell biasanya menawarkan tipe Classic dan Aquarel. Saya sarankan memilih yang Classic karena biasanya yang Aquarel cenderung lebih transparan dan kurang pekat. Pensil warna Faber Castell juga memberi no kode untuk masing-masing warnanya. Untuk mempermudah penjelasan nanti saya juga akan menyantumkan no kode untuk warna yang saya pilih.
Berikut ini adalah warna yang paling banyak saya pakai selama proses pengerjaan.
380,, 359, 366 370, 396,  
Selain warna-warna tersebut saya juga menggunakan warna lainnya untuk memberi aksen dan mematangkan warna. untuk lebih jelasnya nanti akan dibahas lebih lanjut.
Selain pensil warna dan kertas beberapa alat pelengkap lain, seperti serutan dan penghapus juga perlu dalam cara menggambar pohon dengan pensil warna ini. Saya membeli serutan baru untuk tutorial kali ini. Meski masih agak tajam serutan lama lebih baik tidak digunakan. Serutan yang tumpul malah bisa merusak ujung pensil warna. untuk penghapus masih ada penghapus lama, tetapi saya bersihkan ujungnya dengan dipotong menggunakan cutter.
Setelah semua persiapan sudah beres, tutorial cara menggambar pohon dengan pensil warna ini bisa kita mulai.
Referensi warna 




Menggambar Sketsa


Langkah pertama dalam cara menggambar pohon dengan pensil warna adalah menggambar sketsa. Untuk menggambar sketsa saya gunakan warna coklat tanah (380), saya menyebutnya demikian karena warnanya mirip coklat warna tanah. Untuk tahap ini menggores garis sketsanya tak perlu ditekan. Yang penting bentuk global pohon sudah cukup tampak jelas.
Sempurnakan sekali lagi sketsa yang sudah dibuat sebelumnya. Tambahkan beberapa ranting pada cabang-cabang utama. Ranting tersebut dibuat menyebar ke segala arah. Tambahkan juga sulur-sulur akar agar tampak lebih realistis. Berikut gambar contohnya.


Untuk sketsa ini silahkan Anda berkreasi sendiri membentuk pohon sesuai yang anda suka. Tidak perlu persis 100% dengan contoh yang saya perlihatkan dalam tutorial cara menggambar pohon dengan pensil warna ini. Tentu saja ada hal yang perlu diperhatikan kalau Anda ingin membuat bentuk gambar pohon sendiri. Pohon utamanya terdiri dari bagian batang, cabang, ranting, akar dan daun. Agar tampak wajar maka bagian-bagian tersebut digambar sesuai proporsinya. Batang lebih besar dari cabang, cabang lebih besar dari ranting. Akar semakin ke bawah semakin bercabang-cabang. Daun menyebar mengikuti penyebaran batang, cabang dan ranting.

Referensi warna







Membangun Bentuk Dasar


Langkah berikutnya dalam cara menggambar pohon dengan pensil warna ini adalah membangun bentuk dasar. Yang dimaksud membangun bentuk dasar disini berarti menentukan bagian-bagian mana yang lebih gelap dan lebih terang. Juga membuat karakter masing-masing bagian lebih tampak. Misal pada bagian batang dibuat arsiran agar karakter alur ruas-ruas batang lebih terlihat. Atau pada bagian daun tampak seperti kumpulan daun di pohon. Untuk proses ini saya masih menggunakan warna coklat tanah (380) juga.
Ketika mengarsir perhatikan baik-baik dari arah mana cahaya datang dan bagian mana yang nantinya akan jadi lebih gelap. Misal pada bagian yang lebih dekat ke batang saya buat lebih gelap, karena bagian tersebut posisinya lebih dalam. Sedang untuk daun-daun di bagian luar saya arsir tipis saja agar terlihat lebih terang. Meskipun belum muncul karakter daunnya bisa dilihat pada tahap ini bentuk pohon sudah mulai kelihatan.

Mewarnai Daun dengan Warna Dasar


Setelah bentuknya muncul tahap berikutnya dalam cara menggambar pohon dengan pensil warna ini adalah memberi warna dasar pada daun. Untuk langkah ini saya gunakan warna hijau daun (359). Saya beri nama tersebut karena warna hijaunya paling pas untuk warna daun. Terutama pada bagian yang lebih gelap. Yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah cara mengarsirnya. Jangan mengarsir dengan cara biasa yaitu diagonal atau linear. Karena tujuan langkah ini adalah untuk membuat karakter daun maka cara mengarsirnya adalah spiral-melingkar seperti kalau menggambar rambut keriting. Dengan cara mengarsir seperti ini maka karakter daun akan lebih muncul bila dibandingkan dengan arsiran linear atau diagonal. Ketika mengarsir tetap perhatikan bagian mana saja yang lebih gelap dan yang lebih terang. Untuk bagian yang lebih gelap arsirannya bisa agak lebih ditekan. Jangan lupa ada beberapa bagian daun yang menutupi batang, cabang dan ranting.

Referensi warna





Mematangkan Warna Daun


Tahap selanjutnya dalam cara menggambar pohon dengan pensil warna adalah mematangkan warna daun. Sebelumnya sudah dibuat arsiran warna dasar daun tetapi warnanya masih monoton. Karena itu perlu kombinasi beberapa warna selain warna dasar agar warnanya lebih matang. Kombinasi warna ini bisa dengan warna yang berdekatan untuk mematangkan warna juga dengan warna yang kontras untuk memeprtegas bentuk atau karakter. Untuk tahap ini saya ingin membuat warna daun lebih matang.

Saya tambahkan warna hijau daun yang lebih cerah (366) diatas warna dasar hijau daun (359). Arsir warna ini pada bagian-bagian yang lebih cerah. Agar lebih matang lagi gunakan juga warna hijau cerah agak kekuningan (370) terutama pada bagian yang paling cerah. Biasanya warna cerah pada pensil warna cenderung lebih transparan. Karena itu ketika mengarsir mungkin perlu agak ditekan agar warnanya lebih muncul. Setelah diarsir dengan dua warna tersebut maka akan terlihat warnanya lebih matang. Anda juga bisa tambahkan warna lain untuk bereksperimen sesuai keinginan Anda. Pada gambar ini saya juga tambahkan warna kuning oker (383) agar kesannya lebih kuat.

Referensi warna





Mempertegas Bentuk Daun


Langkah berikutnya dalam cara menggambar pohon dengan pensil warna adalah mempertegas bentuk daun. Warna hijau daun sudah diolah pada tahap sebelumnya. Meski begitu sekilas tampak flat atau datar. Meski ada beberapa bagian yang lebih gelap tapi belum terlihat jelas bedanya dengan yang lebih terang. Untuk itu bagian yang lebih gelap tersebut perlu dipertegas. Caranya adalah dengan mengarsir bagian tersebut dengan warna yang lebih pekat. Untuk arsiran ini saya gunakan warna coklat tanah (380) sekali lagi. Ketika mengarsir perlu agak ditekan sedikit agar lebih mantap bentuknya. Sekarang tampak lebih jelas karakter daun di pohon.
Agar lebih mantap lagi gunakan warna hitam (399) untuk mengarsir bagian yang tergelap. 


Mengarsir dengan warna hitam ini bisa dibilang agak riskan, karena bisa membuat warna lainnya tenggelam kalau terlalu pekat. Karena itu ketika mengarsir dengan warna hitam sebaiknya jangan terlalu ditekan. Ulang beberapa kali ditempat yang perlu warna hitamnya lebih. Pada tahap ini bisa dibilang bagian daun selesai dibuat. Selanjutnya tinggal menggarap batang pohon serta bagian-bagiannya seperti akar, cabang dan ranting.

Referensi warna






Menggarap Batang Pohon


Tahap berikutnya dalam cara menggambar pohon dengan pensil warna adalah menggarap batang pohon. Dibanding menggarap bagian daun bisa dibilang menggarap batang pohon tampak lebih mudah. Itu karena bentuknya cenderung lebih jelas dan karakternya tidak terlalu rumit seperti ketika menggambar kumpulan daun. Meski begitu perlu diperhatikan kalau menggarap pohon berarti semua bagiannya seperti daun dan batang harus tampak serasi dan menyatu. Jangan sampai nanti terlihat terlalu kontras antara daun dan batang entah warna atau bentuknya.
Sebelumnya sudah dibuat batang pohon yang beruas-ruas beserta bagian-bagiannya. Yang pertama dilakukan adalah memberi warna dasar. Untuk warna dasar ini saya pilih abu-abu (396) karena cenderung netral. Warna abu-abu tersebut saya beri aksen coklat tanah (380) sedikit.


Setelah diberi warna dasar abu-abu lalu pertegas detail ruas-ruas batang. Untuk langkah tersebut gunakan warna coklat tanah (380) lagi. Pada bagian-bagian tergelap dipertegas warna coklatnya. Dengan demikian karakter batang semakin muncul. Cara mengarsirnya juga agak ditekan. Bisa dilihat sekarang bentuk batang pohonnya sudah cukup jelas. Meski begitu warnanya masih agak mentah dan perlu diolah lagi. Selain itu juga warna coklat batang terlihat kontras dengan warna daun yang ada di sekelilingnya.

Referensi warna









Memberi Warna aksen pada batang


langkah berikutnya dalam cara menggambar pohon dengan pensil warna adalah memberi aksen warna. Tadi sudah disebutkan bahwa bentuk batang sudah cukup jelas. Meski begitu warnanya masih mentah dan terlalu kontras dengan warna daun. Untuk itu bagian batang perlu diberi tambahan beberapa warna aksen. Agar lebih menyatu dengan bagian daun saya tambahkan warna hijau daun (359 dan 366). Harap diperhatikan ketika memberi aksen arsiran sebaiknya ringan saja dan mengambang jangan terlalu ditekan. Tekanan agak diberikan sedikit ketika menggarap bagian yang gelap. Setelah diberi aksen maka warna batang bukan saja menjadi lebih matang, tetapi juga lebih menyatu dengan warna daunnya. Selain warna hijau Anda juga bisa tambahkan warna lain untuk memperkaya aksen warna. Untuk gambar pohon ini saya juga tambahkan warna coklat kemerahan terutama pada bagian-bagian ruas batang. Tak terlalu tampak memang aksen warnanya karena arsirannya tipis. Tetapi ketika bercampur dengan warna lain seperti hijau dan coklat tanah jadi tampak menarik. Silahkan bereksperimen sendiri untuk mencoba beberapa warna aksen lain. Pada tahap ini bisa dibilang semua bagian pohon sudah selesai digarap dan tinggal menyempurnakan sedikit lagi.
Referensi warna





Finishing


Langkah terakhir dalam cara menggambar pohon dengan pensil warna adalah Finishing. Gambar pohonnya sebenarnya sudah jadi dan tinggal menambah beberapa detail dan menyempurnakan bentuk dan warna masing-masing bagian. Untuk menyempurnakan bentuk saya gunakan pensil warna hitam (399) terutama untuk bagian-bagian tergelap. Kadang saya juga menekan pensil ketika mengarsir pada bagian yang tergelap seperti bagian daun yang tertutup batang dan bagian bawah akar dan cabang. Meski ada tekanan sebaiknya warna hitam jangan terlalu keras menekannya karena malah bisa mengalahkan warna lainnya.
Untuk lebih mematangkan warna lagi saya ulangi beberapa kali proses arsiran daun dan batang seperti pada langkah-langkah sebelumnya. Untuk daun cara mengarsirnya sama yaitu dengan arsir melingkar sedang untuk batang cara arsirnya biasa yaitu mengikuti bentuk batangnya saja. Warna yang digunakan juga sama dengan pada langkah-langkah sebelumnya. Selain warna-warna tersebut saya juga tambahkan beberapa aksen warna lain seperti kuning lemon (307), Magenta (327), Biru (343) dll. Untuk tambahan aksen sebaiknya ikut selera masing-masing saja. Yang harus diingat adalah semua aksen itu jangan sampai terlalu kuat mengarsirnya sehingga malah mengalahkan warna asli. Gunakan aksen warna tersebut cukup hanya agar warnanya lebih matang dan terlihat lebih menarik.  
Selain warna dan bentuk saja juga menambahkan detail seperti sulur-sulur yang menggantung. Menunjukkan kalau yang sedang digambar adalah pohon beringin atau semacamnya yang memiliki sulur-sulur tersebut. Dengan tambahan detail seperti ini maka pohon yang digambar akan tampak lebih realistis dan tampak anggun.

Referensi warna




Nah demikian tutorial tentang cara menggambar pohon dengan pensil warna. saya harap tutorial yang saya buat ini bisa mudah diikuti dan dipahami. Sebagai tips tambahan bagi yang sedang belajar menggunakan foto pohon sebagai acuan bisa cukup menolong untuk belajar cara menggambar pohon dengan pensil warna. Foto ini bisa dijadikan referensi untuk mempelajari karakter daun, batang, akar dan bagian-bagian lain pohon. Meskipun pohon bisa dibilang obyek yang umum bagi orang yang sedang belajar menggambar, tetapi menggambar pohon perlu pertimbangan juga. Apalagi jenis pohon juga bermacam-macam, sehingga bila menggambar pohon dengan hanya mengandalkan ingatan mungkin hasilnya kurang akurat. Saya harap kedepannya kita bisa berbagi banyak hal terutama yang berkenaan dengan seni rupa. Silahkan mampir juga ke teknik menggambar pohon dan teknik menggambar pohon tak berdaun atau postingan lain yang ada di blog ini. Selamat Berkarya J

Komentar

Posting Komentar