CARA MENGGAMBAR POHON PINUS DENGAN PENSIL WARNA




Untuk tutorial kali ini saya akan menunjukkan tentang cara menggambar pohon pinus yang indah dengan pensil warna. Pohon pinus saya jadikan obyek  karena pohon ini memiliki keindahan tersendiri. Gambaran yang mudah untuk memperlihatkan keindahan pohon pinus adalah ketika
melihat pemandangan alam berlatar gunung. Biasanya ketika ada foto atau lukisan yang berlatar pemandangan gunung obyek pohon yang muncul adalah pohon pinus. Keindahan bentuk pohon pinus juga jadi ilham bagi karya seni botani seperti pohon bonsai. Pohon pinus sering dijadikan pilihan jenis pohon untuk dijadikan pohon bonsai yang menghias ruangan.

Hal unik lain dari pohon ini yang membuat saya tertarik adalah bentuk daunnya. Berbeda dari pohon pada tutorial cara menggambar pohon dengan pensil warna yang sebelumnya, daun pohon pinus bentuknya kecil-kecil seperti jarum. Bentuk daun tersebut sedikit banyak mempengaruhi juga proses menggambarnya. Tentang karakter daun ini nanti akan diterangkan pada langkah cara menggambar pohon pinus di bawah.
Bagi Anda yang suka menggambar dengan tema pepohonan saya harap tutorial kali ini bisa sangat membantu. Seperti biasa saya ucapkan selamat mencoba.

Persiapan

Untuk tutorial cara menggambar pohon pinus ini saya masih menggunakan pensil warna Faber Castel Classic. Warnanya cenderung lebih pekat ketimbang yang akuarel. Karena itu hasil arsirannya memiliki karakter lebih kuat. Hal lainnya yang juga cukup membantu adalah karena pensil warna Faber Castel memiliki no kode untuk setiap warnanya. Seperti pada tutorial pensil warna lainnya saya nanti akan menyebutkan kode dan contoh warnanya untuk setiap warna yang saya pilih. Dengan demikian anda juga lebih mudah memilih warnanya.  Untuk cara menggambar pohon pinus ini saya juga masih menggunakan kertas linen warna putih sebagai media. Alasannya sama yaitu karena memiliki tekstur. Arsiran pensil biasanya lebih muncul pada kertas yang bertekstur. Selain itu juga cenderung lebih kuat menahan tekanan dibanding kertas biasa. Selain pensil warna Faber Castel dan kertas linen jangan lupa serutan dan penghapus. Pastikan penghapus yang digunakan bersih. Kalau bisa masih baru. Serutannya juga beli yang baru dan masih tajam. Serutan lama yang tumpul malah bisa merusak pensil warna yang digunakan.  

Referensi

Untuk mempermudah cara menggambar pohon pinus ini tentu diperlukan referensi. Untuk referensi tutorial kali ini saya mendapat satu gambar bagus dari Shutterstock.


contoh pohon pinus dari shutterstock

Tidak masalah gambar fotonya dari mana saja. Toh hanya untuk contoh menggambar. Saya suka gambar ini karena cukup jelas karakter pohonnya. Selain itu pencahayaannya juga jelas. Untuk Anda sendiri tidak masalah untuk mencari referensi dari sumber lainnya. Ada hal yang perlu diperhatikan dari sebuah gambar atau foto referensi. Fungsi foto tersebut adalah agar Anda bisa “berkenalan” dengan karakter pohon pinus yang mau digambar. Dengan melihat foto referensi maka Anda bisa punya citra yang lebih jelas tentang bentuk setiap bagian pohon, warnanya, karakternya dll. Tidak perlu 100% persis dengan foto referensinya. Anda bisa berkarya sendiri dengan bentuk pohon terserah Anda. Yang penting hasilnya bagus dan karakternya cocok dengan pohon pinus. Dalam karya yang saya buat juga ada perubahan sedikit dibanding contoh referensi diatas. Bagian batangnya cenderung meliuk tidak lurus seperti foto. Persebaran daunnya juga lebih melebar.
Seperti pada garapan lainnya pada garapan kali ini juga ada kerumitannya sendiri. Meski begitu mengerjakan gambar pohon pinus ini tetaplah menyenangkan. Yang paling penting adalah tetap sabar dan juga teliti terutama ketika menggarap bagian-bagian detail yang kecil.
Silahkan ikuti urutan langkah-langkah menggambar pohon pinus berikut ini.

Menggambar Sketsa

Untuk langkah awal dalam cara menggambar pohon pinus adalah membuat sketsa. Untuk gambar kali ini sketsa dimulai dari bagian batang terlebih dahulu. Bentuk batang utama pada akhirnya nanti juga mempengaruhi bentuk keseluruhan pohon setelah jadi. Untuk menggarap bagian batang pohon caranya sama seperti ketika menggambar pohon tanpa daun. Caranya yaitu dengan menggambar berurutan dari bagian terbesar dulu. Yang pertama digambar adalah batang utama yang ditengah. Setelah itu gambar cabang-cabangnya dan kemudian yang terkecil yaitu ranting-ranting. Meski urutannya sama dengan ketika menggambar pohon tak berdaun ada perbedaan sedikit dalam garapan kali ini. Cara menggambar semua bagian tersebut lebih disederhanakan. Artinya bagian cabang dan ranting yang digambar sedikit saja. Penyebabnya adalah pohon pinus ini tertutup daun bagian cabang dan rantingnya sehingga tak perlu digambar terlalu detail bagian-bagian tersebut. sedangkan pada pohon tak berdaun bagian batang, cabang dan rantingnya tak tertutup apapun sehingga semua bagian tersebut terlihat. Untuk lebih jelasnya berikut adalah gambar sketsanya.


Yang pertama digambar hanya batang utama dan beberap garis untuk cabang pohon. Batang saya buat meliuk agar lebih menarik. Sketsanya sederhana saja. Untuk bagian ini saya gunakan coklat tanah (380).


Setelah itu bagian cabang diolah lagi dan tambahkan beberapa ranting. Tak perlu terlalu kompleks bentuk cabang dan rantingnya. Cabang dan ranting tersebut nantinya untuk acuan penyebaran daun.


Setelah bagian batang, cabang dan ranting buat sketsa untuk bagian daun. cara menggambar sketsanya sederhana saja. Buat saja bentuk seperti kalau anak-anak menggambar awan. Cuma awan tersebut digambar mengikuti arah cabang dan ranting menyebar. Tadi bagian cabang dan ranting digambar sederhana karena fungsinya sebagai acuan untuk penyebaran daun. Pada langkah selanjutnya juga nanti kedua bagian ini ada yang tertutup daun. Jangan lupa ada juga daun yang menutupi bagian batang utama.


Setelah bagian daun selesai dibuat lantas bagian batang, cabang dan ranting tadi dikurangi kepekatannya. Gunakan penghapus untuk mengurangi intensitas kepekatan bagian-bagian tersebut. karena menggunakan warna coklat gelap nantinya ada kemungkinan malah mengalahkan warna daun. karena itu saya kurangi intensitasnya. Toh beberapa bagian ini nantinya juga tertutup daun.

Menggambar Arsiran Dasar

Langkah selanjutnya dalam cara menggambar pohon pinus adalah membuat arsiran dasar. Karena masih berupa arsiran dasar maka tak perlu ditekan terlalu keras pensilnya. Yang akan diarsir adalah bagian daunnya. Arsiran dasar ini bukan untuk langsung memberi bentuk daun. Arsiran dasar dibuat untuk menandai bagian yang gelap dan terang dari daun. Nantinya akan jadi acuan untuk tahap selanjutnya ketika menggarap bentuk daun tersebut. Karena gambar ini saya buat ada kesan sore hari di musim kemarau maka untuk warnanya saya pilih agak kekuningan sedikit. Warna yang saya pilih adalah kuning lemon cerah no kode 304. Warna kuning lemon ini untuk menandai bagian yang terang dari daun. karena itu perlu dipertimbangkan dulu bagian mana yang menghadap cahaya dan yang membelakanginya. Bisa dilihat dulu referensi gambar foto yang tadi untuk melihat bagian yang gelap dan terang tersebut. Untuk lebih jelasnya berikut adalah gambar contohnya.


 Gambar diatas untuk yang bagian terangnya yang diwarnai kuning lemon. Sedang untuk bagian yang gelap saya gunakan warna hijau no kode 367. Sebenarnya warna hijau ini kurang segar. Biasanya kalau menggambar bagian warna hijau saya menggunakan warna hijau segar no 366, seperti ketika menggambar sayuran hijau. Saya pilih warna hijau yang sekarang (no 367) karena gambar pohon pinusnya mau dibuat agak terkesan sendu. Berikut gambar contohnya.


Untuk warna hijau ini sudah mulai dipertimbangkan bagian mana saja yang tergelap. Untuk bagian tersebut mengarsirnya agak lebih ditekan. Meski belum terlalu jelas pada tahap ini bentuknya sudah mulai kelihatan. Selanjutnya tinggal diolah bagian daun tersebut.

Menggambar Karakter Daun

Langkah berikutnya dalam cara menggambar pohon pinus ini adalah menggambar bentuk daun. tadi sudah dibuat acuan untuk bagian gelap terang daun pohon pinus. Sekarang tinggal diolah lebih lanjut mengikuti acuan tersebut. Pensil warna yang digunakan masih sama yaitu warna hijau kode 367. Bisa dibilang yang saya sebut butuh kesabaran ekstra adalah bagian ini. Karena menggambar bentuk daun pohon pinus cukup memakan waktu juga. Bisa dibilang salah satu yang paling lama menggarapnya ya bagian ini. Untuk mengarsir daun pohon pinus cara menggarapnya justru lebih mirip seperti ketika membuat bulu di gambar anak kucing. Cara mengarsirnya dengan membuat garis kecil-kecil yang menyebar menuju arah tertentu. Agak beda dengan cara menggambar pohon sebelumnya yang biasanya cara mengarsirnya seperti membuat rambut keriting atau seperti gumpalan. Berikut contoh arsirannya.


Arah arsirannya perlu diperhatikan. Misal untuk bagian bawah arsirannya ke bawah, atas ke atas, samping ke samping mengarsirnya. Ke mana arah penyebaran arsiran tersebut ikuti saja acuan gelap terang yang tadi sudah dibuat saat membuat arsiran dasar. Berikut contoh gambar untuk bagian yang sudah diarsir dan perbandingannya dengan yang belum.


Setelah semua bagian selesai diarsir dengan cara diatas maka karakter daun pohon pinus sudah mulai muncul. Meski begitu secara keseluruhan masih terlihat flat dimana semua bagian tampak nyaris sama terang. Oleh karena itu perlu diolah lebih lanjut pada langkah-langkah berikutnya. Berikut contoh gambarnya.


Mempertegas Karakter Daun

Langkah berikutnya dalam cara menggambar pohon pinus adalah mempertegas karakter daun. Pada langkah sebelumnya bagian daun pohon pinus sudah digambar karakternya. Meski begitu masih tampak flat atau datar. Itu karena antara bagian yang paling terang dan yang paling gelap tampak berdekatan intensitasnya atau kurang kontras. Karena itu pada bagian yang paling gelap perlu dipergelap lagi agar bentuknya lebih muncul. Untuk menggelapkan bagian tersebut saya gunakan warna hijau gelap no 359. Saya juga menggunakan warna hijau ini pada tutorial sebelumnya seperti cara menggarap pohon dengan pensil warna dan cara menggarap sayuran hijau. Saya suka warna hijau ini karena bisa memberi kesan segar. Tahap ini sebenarnya cukup mudah karena tinggal memeprtegas bagian-bagian gelap yang tadi sudah digarap pada langkah sebelumnya. Meski begitu tetap perlu diperhatikan bentuk kumpulan daun agar tampak seperti aslinya. Jangan lantas begitu saja diarsir semua bagian yang gelap sama rata semuanya. Ada intensitas bagian tertentu yang ingin lebih gelap agak ditekan mengarsirnya sedang yang lebih terang mengarsirnya ringan saja. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh gambar berikut.


Gambar diatas adalah perbandingan antara bagian yang sudah diarsir dan yang belum. Bisa dilihat kalau bagian yang sudah diolah karakter dan bentuknya lebih tegas dibanding yang belum. Lanjutkan arsiran sampai semua bagian daun selesai diolah. Meski cukup mudah tetapi bagian ini juga cukup makan waktu lama. Jadi perlu kecermatan dan kesabaran juga pada langkah ini. Setelah semua bagian selesai diolah maka akan tampak seperti gambar berikut ini.


Bisa dilihat kalau gambar bagian daun sekarang karakternya lebih tegas dan tidak terlalu flat jika dibanding pada langkah sebelumnya. Untuk semakin mempertegas lagi, terutama bagian yang tergelap, gunakan warna hitam no kode 399 untuk mengolah bagian tersebut. Sebenarnya agak riskan juga langsung menggunakan warna hitam untuk mempertegas bagian tergelap.

Pada tutorial-tutorial dengan pensil warna yang sebelumnya biasanya warna hitam dipakai terakhir untuk mempertegas bentuk. Sebab kalau dipakai di awal akan kelihatan sangat kontras sekali dengan warna asli bagian yang diolah. Meski begitu untuk tutorial cara menggambar pohon pinus ini saya balik urutannya. Selain eksperimen nanti juga pada akhirnya tetap akan dibuat agar warnanya lebih harmoni dan tak terlalu kontras pada langkah berikutnya. Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan contoh gambar berikut.


Pada gambar diatas ada beberapa bagian yang saya buat lebih gelap dengan warna hitam. Tampak kontras dengan warna hijau disekitarnya, kan? Sekilas malah tampak seperti kumpulan daun pinus yang di cat hitam bagian bawahnya. Meski begitu tidak masalah teruskan saja proses arsir dengan warna hitam ini. Untuk bagian yang tergelap warna hitamnya bahkan boleh diarsir dengan lebih ditekan. Maksudnya agar lebih pekat. Berikut adalah gambar setelah semua selesai diolah.


Setelah semuanya selesai diolah maka karakter kumpulan daunnya menjadi lebih tegas lagi. Meski agak terganggu dengan penampilan warna hitam yang kontras dengan warna hijau tetapi tidak masalah. Toh nanti akan diolah lagi.

Memberi Aksen

Langkah berikutnya dalam cara menggambar pohon pinus adalah memberi aksen warna tambahan pada bagian daun. seperti disebutkan sebelumnya pada tutorial kali ini langkahnya ada yang dibalik. Kalau sebelumnya warna hitam dipakai terakhir kali ini justru warna aksen yang dipakai terakhir. Pemberian warna aksen ini gunanya tidak hanya untuk mematangkan warna dan memperindah bagian daun. selain itu aksen juga digunakan untuk mengurangi kontras antara warna hitam dan hijau, sehingga lebih harmoni. Saya gunakan warna coklat tanah no kode 380 untuk langkah ini. Warna ini saya pilih karena bisa memberi kesan pohon di musim kemarau yang agak kecoklatan. Perlu diperhatikan kalau mengarsir bagian yang lebih dekat dengan warna hitam sebaiknya agak lebih ditekan pensil warnanya. Sedang untuk bagian yang lebih teranga arsirannya sebaiknya tipis saja. Setelah semua bagian diolah maka akan tampak seperti gambar berikut ini.


Bisa dilihat sekarang kalau antara bagian yang gelap dan terang cenderung lebih harmoni. Itu karena warna hitam dan hijau tidak sekontras sebelumnya. Pada tahap ini bisa dibilang bagian daun sudah selesai dibuat dan selanjutnya tinggal mengolah bagian batang, cabang dan ranting.

Mengolah Bagian Batang

Langkah berikutnya dalam cara menggambar pohon pinus adalah mengolah bagian batang. Bagian ini sebenarnya tidak terlalu rumit untuk menggarapnya. Apalagi jika dibanding bagian daun. yang penting adalah karakter batang pohon dengan kulit kayunya bisa dimunculkan. Yang pertama dikerjakan adalah membuat karakter kulit pohon berupa garis-garis yang mengikuti liukan batang. Gunakan pensil warna coklat tanah no kode 380. Berikut contohnya.


Setelah itu tinggal diarsir lebih tebal mengikutit bentuk karakter yang tadi dibuat. Jangan lupa pada bagian batang ada kulit kayu yang mengelupas. Berikut contohnya.



 Setelah itu tinggal dipertegas lagi dengan warna hitam. Perhatikan sisi kiri warna hitamnya lebih pekat agar kesan batang pohon melingkarnya ada.

Untuk bagian bagian batang, cabang dan ranting yang tertutup daun cara menggarapnya bisa langsung diblok coklat.




Setelah itu diblok lagi dengan hitam. Blok warna hitam sebaiknya ditekan ketika mengarsir sebab berada di daerah dalam di bawah bayangan kumpulan daun.


Setelah selesai maka gambar pohon pinus tampak seperti berikut ini.


 Pada langkah ini gambar pohon bisa dibilang sudah jadi dan tinggal menyempurnakannya saja.

Finishing

Langkah terakhir dalam cara menggambar pohon pinus adalah finishing. Agar kesan lebih kuat beberapa bagian bisa dipertegas lagi arsirannya misal bagian bawah daun bisa ditambah arsiran hitam. Detail-detail daun bisa diperkuat lagi dengan mengarsir lagi bagian tersebut dengan hijau pekat no 359 dan hitam.
Tambahkan juga warna lain untuk memperkuat aksen seperti kuning oker no kode 383 dan coklat kemerahan no kode 392 di bagian batang. Setelah selesai maka pohon pinus selesai dibuat dan hasilnya seperti berikut ini.




Nah menarik bukan tutorial cara menggambar pohon pinus ini. Saya harap Anda tak bosan untuk mengunjungi blog ini untuk sharing ilmu tentang teknik menggambar. Silahkan juga kunjungi caramenggambar pohon atau tutorial lain yang ada di blog ini.  






Komentar

Posting Komentar