CARA MENGGAMBAR SAYURAN DENGAN HASIL SEPERTI ASLINYA



Tutorial kali ini akan membahas mengenai cara menggambar sayuran dengan hasil yang seperti aslinya. Sayuran yang mau saya gambar adalah selada. Lo mengapa kok obyeknya sayuran? Mungkin ada yang bertanya begitu pada tutorial cara menggambar sayuran ini. Sayuran mungkin tidak terlalu
sering dijadikan obyek untuk menggambar. Tidak seperti pemandangan, hewan atau orang. Saya sendiri tertarik untuk menggambar sayuran, khususnya selada, untuk obyek menggambar dengan pensil warna karena bentuk dan karakternya menurut saya cukup menarik. Ada hal yang khas di dalam bentuk daunnya yang seolah seperti rambut keriting. Cukup menarik untuk dibuat gambar.

Selain itu juga warna hijau sayuran selada memberi kesan segar. Cukup menarik kalau ada orang yang membuat karya seni rupa dengan obyek sayuran tersebut lantas digantung di tembok. Siapa tahu? Pada tutorial cara menggambar sayuran kali ini saya akan menggunakan pensil warna untuk menggarap obyek tersebut. Dengan pensil graphit bisa saja dibuat, tetapi saya juga ingin menangkap kesan segar dan hijau yang ditampilkan sayuran tersebut.
Bagi anda yang tertarik dengan tutorial cara menggambar sayuran ini silahkan mengikuti semua langkah-langkah yang akan diterangkan dibawah ini. Saya harap tutorial ini bisa membantu bagi siapapun yang sedang belajar menggambar dengan pensil warna, terutama bila memang tertarik dengan obyek sayuran. Selamat mencoba J.

Persiapan

Untuk tutorial cara menggambar sayuran kali ini, seperti sudah disebutkan diatas, saya akan menggunakan pensil warna. Pensil warna yang saya pakai adalah Faber Castel Classic. Saya memilih yang klasik karena warnanya lebih muncul ketimbang yang aquarel. Perlu diperhatikan kalau menggambar dengan pensil warna menggunakan Faber Castel ada nomor penanda untuk masing-masing warna. untuk mempermudah memilih warna maka dalam tutorial cara menggambar sayuran ini nanti saya sebutkan nomornya untuk setiap warna yang dipilih untuk menggambar. Nomor itu juga akan disertai dengan contoh goresan warnanya biar lebih mudah lagi memilihnya.
Alas untuk menggambar dengan pensil warna pada tutorial cara menggambar sayuran kali ini adalah kertas linen. Saya suka kertas ini karena bertekstur dan cukup kuat untuk menahan arsiran yang menekan. Kalau dengan kertas biasa mungkin malah gampang robek kalau terlalu ditekan.
Alat penunjang lainnya yang juga penting dalam menggambar dengan pensil warna adalah penghapus dan serutan. Pastikan penghapus yang dipakai adalah merk terpercaya dan juga dalam kondisi bersih. Kalau bisa gunakan penghapus baru. Penghapus lama yang kotor kalau dipakai malah bisa merusak gambar nanti. Pastikan juga serutan yang dipakai adalah yang tajam dan masih baru. Sayang kalau pensil warnanya rusak gara-gara diserut dengan serutan yang tumpul.

Referensi

Untuk tutorial cara menggambar sayuran kali ini saya menggunakan sebuah foto sebagai referensi. Berikut fotonya.


Kesan apa yang muncul setelah melihat foto diatas? Mungkin ada dari Anda yang akan bilang “O seram” melihat kerumitan bentuk daun sayuran selada diatas. Memang tampak sangat rumit dan sulit untuk digambar tetapi bukan berarti tidak bisa digambar. Saya bahkan bisa bilang untuk menggambar sayuran diatas tekniknya tidak terlalu berbeda dengan ketika menggambar obyek yang lebih simpel. Hal utama yang perlu dijaga ketika menggarap obyek seperti diatas sebenarnya Cuma dua yaitu kesabaran dan ketelitian. Sabar artinya jangan terlalu terburu-buru ingin cepat-cepat selesai sehingga kurang cermat menggarap bagian-bagian terutama yang rumit. Teliti berarti menggarap setiap bagian termasuk yang kecil-kecil dan rumit dengan secermat mungkin. Cukup dua itu dan hasilnya pasti bagus, Sekalipun Anda mungkin masih pemula dalam menggambar dengan pensil warna. Berpikirlah kalau kerumitan bentuk sayuran diatas justru tantangan menarik.
Anda juga perlu tahu kalau tutorial cara menggambar sayuran ini utamanya bukan untuk menggambar sayuran yang hasilnya 100% seperti aslinya. Secara pribadi yang saya ingin tunjukkan adalah bagaimana menggambar sayuran dengan hasil akhir yang karakter, bentuk dan penampilannya layak disebut sebagai sayuran. Itu artinya tidak usah sampai bentuk-bentuk rumit alur daun selada diatas dicontoh betul-betul seperti referensi sampai yang bentuk-bentuk kecilnya. Kalau seperti itu malah makan waktu lama. Dalam tutorial cara menggambar sayuran kali ini yang penting Anda bisa menangkap karakter, warna dan bentuk dari gambar referensi lantas menuangkannya dalam bentuk gambar. Tidak masalah kalau lantas anda misal membuat sayuran selada dengan bentuk yang berbeda. Yang penting karakternya bisa ditangkap.
Untuk mengikuti tutorial cara menggambar sayuran ini silahkan mengikuti setiap langkah berikut.

Membuat sketsa dasar

Hal pertama dalam cara menggambar sayuran adalah membuat sketsa dasar. Agar lebih mudah warna yang dipakai untuk sketsa juga adalah warna dasar sayuran yang mau digambar. Untuk sketsa saya gunakan pensil warna hijau cerah no 366. Saya memilih menggambar dengan pensil warna ini karena suka warna hijaunya yang cenderung cerah. Cocok untuk membangun kesan sayuran yang masih segar. Gambar sketsa luar untuk sayuran selada ini sederhana saja. Seperti saya bilang Anda juga boleh membuat bentuk sketsa sesuai keinginan. Berikut contohnya.



Setelah outline bagian luar sayuran selesai digambar buat juga sketsa untuk karakter daun yang rumit. Menggarapnya bisa dengan membuat garis melengkung-lengkung seperti rambut keriting yang digambar asal. 












Tidak perlu 100% ikut sama foto acuan bentuk daunnya. Sekedar untuk referensi agar bentuk daunnya bisa diingat silahkan lihat foto acuan tadi. Garis sketsa ini gunanya hanya untuk menjadi acuan garis ketika nanti menggarap karakter daun selada. Asal saja yang penting bisa mewakili bentuk daun selada. Silahkan melihat contoh berikut ini yang sudah jadi.  


Referensi warna









Mengarsir Dasar

Langkah berikutnya dalam cara menggambar sayuran ini adalah menggambar arsiran dasar. Untuk mengarsir saya gunakan pensil warna hijau cerah no 366. 


Saya suka warna ini karena warna hijaunya cerah bisa memberi kesan segar. Untuk arsiran dasar sebaiknya goresannya mengambang atau tidak terlalu ditekan. Yang penting merata. Setelah diberi arsiran kemungkinan garis acuan yang tadi sudah dibuat pada langkah sebelumnya terlihat agak pudar tertutup arsiran. Meski arsiran tipis tetap saja bisa membuat garis yang tadi dibuat agak pudar. Ini mungkin bisa mengganggu pada langkah berikutnya. Untuk itu garis sketsa yang tadi sudah dibuat bisa diulangi lagi dengan agak ditekan agar terlihat lagi. Tetap gunakan pensil warna no 366 untuk hal tersebut. garis acuannya sudah ada dan sudah diberi arsiran dasar juga maka selanjutnya tinggal proses menggambar bentuk daun.
Referensi warna









Membangun bentuk daun

Langkah berikutnya dalam cara menggambar sayuran adalah membangun bentuk daun. Tadi sudah dibuat acuan sketsa karakter daun yang berupa garis-garis melengkung seperti rambut keriting. Sekarang tinggal mempertegas bentuk daun dengan pensil warna yang lebih pekat. Untuk membangun bentuk daun ini gunakan pensil warna no 359. Pensil warna ini lebih pekat dari 366 tetapi warnanya cenderung cerah, cocok untuk bagian daun yang gelap.


Dalam tutorial cara menggambar sayuran ini bisa dibilang ini adalah salah satu bagian paling makan waktu. Karena itu butuh kesabaran menggarapnya. Meski begitu secara teknis cara menggarapnya cukup sederhana. Yang penting membuat karakter daun mengikuti garis acuan yang sudah dibuat sebelumnya. Dengan pensil 359 maka garis yang tadi sudah dibuat bisa dipertegas bentuknya. Yang perlu diperhatikan dalam menggambar dengan pensil warna juga adalah bagian gelap terang.

Jangan keasyikan mengolah garis sampai-sampai malah semuanya jadi terlalu pekat. Tetap ada bagian yang lebih terang. Di bagian itu arsir tipis saja dengan warna no 359 atau tidak perlu diarsir sama sekali. Untuk lebih jelasnya tentang cara pengarapannya silahkan ikuti langkah-langkah berikut.
Yang paling penting adalah membangun garis karakter daun mengikuti garis acuan yang sudah dibuat sebelumnya. Karena itu seharusnya prosesnya tidak terlalu rumit, Cuma butuh kesabaran dan ketelitian. Berikut contoh gambar bagian yang sudah diolah (sisi kiri) dan yang belum (sisi kanan)










Untuk proses membuatnya yang pertama dilakukan adalah mempertebal garis acuan dengan pensil warna no 359. Berikut contohnya










Setelah itu buat arsiran lebih tipis menjauh dari bagian yang dipertebal tadi. Semakin mendekati cahaya semakin tipis arsirannya atau tidak perlu diarsir sama sekali. Karena itu perlu diperhatikan juga kira-kira dari mana arah cahaya. Kalau kesulitan dengan hal tersebut bisa lihat foto acuan.









 Pada tahap ini bisa dilihat bentuk dan karakter sayuran yang digambar sudah mulai jelas terlihat. Selanjutnya tinggal diperkuat lagi bentuk dan karakternya.
Referensi warna









Mengarsir Lagi Untuk memperkuat Warna dan Karakter

Setelah bentuk karakter sayuran cukup jelas langkah berikutnya dalam cara menggambar sayuran adalah mempertegas warna dan karakternya. Caranya adalah dengan mengarsir sekali lagi semua bagian terutama bagian yang hijau dari sayuran tersebut. 


Untuk mengarsir sekali lagi gunakan warna hijau cerah 366 untuk membangun kesan segar. Sebelumnya sudah dibuat arsiran dasar dengan warna tersebut. kali ini arsiran dibuat dengan lebih ditekan tidak mengambang seperti sebelumnya. Cuma perlu diperhatikan pada bagian yang paling terang hati-hati mengarsirnya jangan terlalu ditekan. Biasanya setelah diarsir ulang, apalagi bila arsirannya agak ditekan, make bentuk yang sudah dibangun juga menjadi agak pudar. untuk itu bagian yang gelap sekali lagi dipertegas dengan menggunakan pensil warna 359 seperti pada langkah sebelumnya. Setelah proses ini maka bentuknya cukup jelas dan warnanya juga lebih hidup.
Referensi warna











Mempertegas Bentuk Dan Karakter

Langkah selanjutnya dalam cara menggambar sayuran adalah mempertegas bentuk dan karakter. Hasil garapan pada langkah sebelumnya sudah cukup terlihat bentuk dan warnanya. Meski begitu mungkin tampak cenderung flat atau datar. Perlu dibuat kedalaman untuk bagian-bagian yang lebih menjorok ke dalam. 
Untuk membangun kesan dalam maka bagian yang tergelap perlu dipergelap lagi. Untuk mempergelap bagian tersebut jangan langsung menggunakan warna hitam. Bagi orang yang baru belajar menggambar dengan pensil warna mungkin langsung memilih warna hitam. Masalahnya adalah warna hitam terlalu pekat dan malah bisa mematikan warna lainnya. Untuk itu warna hitam sebaiknya digunakan terakhir saja dan itupun jangan terlalu pekat. Untuk membuat bagian tergelap semakin gelap saya gunakan campuran warna coklat pekat (376) dengan warna hijau gelap (359) yang tadi sudah digunakan.
Cara menggarapnya adalah dengan mengarsir bagian yang tergelap dengan warna coklat lebih dulu. Bila bagian tersebut adalah yang paling gelap boleh ditambah tekanannya ketika mengarsir. Berikut contohnya.










Setelah itu tumpuk bagian yang diarsir tadi dengan warna hijau pekat (359). Maka akan muncul kesan hijau gelap sekali. Berikut contohnya.










Langkah menumpuk warna hijau diatas coklat ini perlu. Jika warna coklat saja yang digunakan pada bagian yang gelap maka hasilnya malah memberi kesan kurang segar. Seperti sayuran yang sudah agak busuk. Selain itu warna coklat yang berdiri sendiri terlihat kontras dengan warna hijau disekelilingnya sehingga kurang menyatu warnanya. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh gambar berikut ini.


Pada bagian sisi bawah warna coklatnya sudah ditumpuk dengan hijau pekat. Karakternya lebih muncul dan warnanya lebih menyatu. Sedang yang sisi atas warna coklatnya belum ditumpuk dengan hijau. Tampak warna coklatnya seperti berdiri sendiri dan kurang harmonis. Malah kesannya seperti sayuran yang mulai membusuk.
Karena mengarsir dua kali bisa dibilang langkah ini juga termasuk yang memakan waktu cukup lama. Tentu saja perlu kecermatan juga menggarapnya. Setelah dipertegas dengan campuran coklat dan hijau pekat tadi maka akan tampak karakternya lebih muncul. Berikut contoh gambarnya.


Untuk semakin memunculkan lagi karakter daunnya gunakan warna hitam pada bagian yang tergelap. Sekarang baru digunakan warna hitam untuk mempergelap bagian tertentu. Warna hitam ini hanya digunakan pada bagian yang tergelap. Warna hitam ini untuk mempertegas bagian tersebut karena itu cara mengarsirnya pelan saja. Tekanan boleh diberikan jika memang ingin membuat bagian tertentu jadi sangat gelap. Meski begitu tetap perhatikan wilayah sekitarnya jangan sampai bagian yang diolah tampak terlalu kontras.


Setelah proses ini maka tampak karakter dan bentuk sayuran sudah terlihat kuat. Berikutnya tinggal mempertegas warnanya dengan memberi aksen.
Referensi warna












Memberi Aksen

Langkah berikutnya dalam cara menggambar sayuran adalah memberi tambahan warna aksen, terutama pada bagian yang hijau. Ini perlu dilakukan agar sayuran yang digambar tampak lebih realistis. Perlu diperhatikan kalau warna daun sayuran tidak selalu Cuma hijau saja. Meski warna dasarnya hijau kadang ada aksen lainnya di daun tersebut. penyebabnya bisa jadi karena pigmen daun itu sendiri atau juga karena pengaruh lingkungan sekitar. Misal kalau daun tersebut menghadap cahaya berwarna kuning maka sedikit banyak cahaya tersebut juga memberi aksen kuning pada permukaan daun.


Untuk warna aksen ini saya gunakan warna hijau kekuningan (370) dan warna kuning oker (383). Warna hijau kekuningan saya pilih agar tidak terlalu kontras dengan warna hijau asli yang sudah digunakan. Sedang kuning oker untuk memberi kesan saja. Cara mengarsirnya bisa agak ditekan terutama pada bagian yang lebih gelap. Toh kedua warna tersebut cenderung cerah sehingga tidak akan membuat warna hijau aslinya tenggelam. Untuk bagian yang lebih terang sebaiknya arsirannya tidak terlalu tebal. Pada langkah ini bagian daun sudah selesai dibuat. Selanjutnya tinggal bagian tangkai dan akar sayuran.
Referernsi warna








Mengolah Tangkai dan Akar

Langkah berikutnya dalam cara menggambar sayuran adalah mengolah bagian tangkai dan akar. Bagian ini tidak serumit bagian daun yang sudah selesai dikerjakan sebelumnya. Karena itu pengarapannya mungkin tidak memakan waktu terlalu lama.


Sebagai warna dasar saya pilih warna abu-abu (396).  Warna ini dipilih karena cenderung netral tetapi tidak terlalu pekat. Warna tangkainya sendiri memang abu-abu. Mungkin ada yang berpikir toh bisa langsung dengan warna hitam. Menggores hitam (399) kalau tidak terlalu ditekan kan jadinya seperti abu-abu. Menggunakan  warna hitam langsung untuk menggambar warna abu-abu malah jadinya kelihatan kotor. Belum lagi kalau menggoresnya terlalu kuat malah jadi terlalu pekat. Sedang untuk mengarsir tangkai ini saya gunakan abu-abu dulu. Warna hitam baru nanti digunakan untuk mengolah bentuk. Dengan mengarsir bagian tangkai dengan abu-abu dulu bisa mengurangi intensitas warna hitam sehingga tidak terlalu pekat. Berikut contoh mengolah bentuk dengan warna hitam diatas bagian yang sudah diarsir dengan abu-abu.


Selain warna abu-abu saya juga tambahkan aksen alin seperti coklat pekat (376) agar warnanya lebih menarik.
Referensi warna








Finishing


Langkah terakhir dalam cara menggambar sayuran ini adalah finishing. Sempurnakan bagian tangkai yang tadi sudah diarsir abu-abu. Gunakan warna hitam untuk mengolah bagian tersebut. jangan lupa di bawah tangkai ada bayang-bayangnya agar tampak seperti asli. Bagian akar juga diolah menggunakan warna hitam dengan mempertegas bagian yang gelap. Jangan terlalu ditekan ketika mengarsir bagian tersebut dengan hitam. Rapikan bagian sekeliling sayuran. Kalau ada sisa-sisa garis coretan dihapus saja. Kalau ada bagian tengah yang dianggap kurang gelap bisa diarsir dengan hitam tetapi jangan terlalu tegas. Saya juga gunakan penghapus untuk mengolah beberap bagian daun yang menghadap cahaya. Bagian-bagian tersebut kecil-kecil. Saya gunakan cutter untuk memotong ujung penghapus agar bisa dipakai untuk menghapus bagian kecil tersebut.


Nah demikian tutorial tentang cara menggambar sayuran, tidak terlalu rumit bukan? Silahkan kunjungi juga cara menggambar pohon dengan pensil warna atau postingan lainnya yang ada di blog ini. Selamat berkarya.

Komentar