Lukisan Bulu, Mengubah Limbah Menjadi Rupiah


lukisan bulu, kaskus

Jika ada yang tanya mau melukis menggunakan apa? Orang yang ditanya kemungkinan besar menjawab kalau tidak cat minyak. Akrilik atau cat air. Ketiga media lukis tersebut bisa dibilang paling populer sebagai media untuk melukis. Baik artis maupun orang biasa kalau melukis ya dengan
tiga media tersebut. tapi pikirkan lagi bagaimana kalau membuat karya seni rupa dengan media yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya. Dengan kata lain dengan bahan yang mungkin justru tidak dianggap penting. Bahkan bisa dibilang limbah atau sampah. Dengan kreatifitas dan ketekunan sebenarnya apapun mungkin.

Salah satu “limbah” yang bisa digunakan untuk membuat karya seni rupa adalah bulu, terutama bulu unggas. Sebenarnya berkarya seni dengan bahan dasar bulu bukan hal baru. Bahkan konon beberapa peradaban tua seperti suku Indian kuno Mexico membuat karya seni berbahan dasar bulu. Meski sayangnya tidak banyak yang tersisa dari hasil karya tersebut berhubung bulu adalah bahan yang mudah lapuk tetap saja menarik untuk menjadi contoh kreatifitas ide berkesenian.

Bahan Baku Lukisan Bulu Mudah Didapatkan

Bulu unggas yang sering dipakai untuk membuat karya seni rupa biasanya bulu ayam. Kadang bulu jenis unggas lainnya seperti bulu merpati atau bahkan merak juga digunakan, meski tak terlalu sering karena tidak mudah mendapatkannya. Mendapatkan bulu ayam untuk mulai berkarya tentunya tidak terlalu sulit. Tempat yang paling mungkin untuk mendapatkannya adalah rumah potong hewan. Bagi sebagian besar orang bulu ayam tentu hanyalah limbah atau sampah. Seandainya dipakai paling hanya untuk membuat perkakas rumah tangga tertentu seperti kemoceng misalnya. Dengan media yang cukup mudah didapat membuat karya seni dengan bahan dasar bulu ayam seharusnya bisa menjadi satu pilihan menarik. Terutama bagi siapapun yang ingin berkarir di dunia seni. Selain itu belum terlalu banyak seniman yang menggunakan media tersebut untuk berkarya seni. Dengan demikian persaingan seharusnya tidak seketat dengan media lain seperti cat minyak atau akrilik yang seperti sudah menjadi media lukis baku. Cukup menarik bukan untuk mengembangkan seni lukis bulu?

Bulu Unggas Bisa Digunakan Untuk Melukis Bermacam Obyek

Karena medianya bulu unggas mungkin obyek yang mau dilukis juga berupa unggas seperti ayam atau burung. Ternyata tidak juga. Dengan kreatifitas bulu unggas bisa digunakan untuk berkarya dengan berbagai obyek. Media bulu unggas ternyata bisa untuk melukis wajah, harimau, pemandangan atau berbagai obyek lainnya. Bahkan dengan kemampuan kreasi lebih ada juga seniman yang berkarya menggunakan bulu dengan obyek yang abstrak dengan hasil yang sangat menarik. Tentu saja perlu keahlian khusus untuk bisa merubah bulu menjadi karya seni rupa yang menakjubkan.

Contoh Seniman Yang Sukses Berkarya dengan Bulu Unggas

Karena bulu bukan media berkarya seni yang awam digunakan maka nama perupanya yang terkenal mungkin belum banyak. Ada beberapa senimana lokal maupun mancanegara yang sudah menggeluti seni rupa berbahan dasar bulu unggas tersebut. salah satu perupa Indonesia yang terkenal dengan seni rupa bulu unggasnya adalah Cak Kandar.


profil Cak Kandar dalam salah satu karyanya, cakkandarpainting.blogspot.co.id


Seniman asal Surabaya ini sudah malang melintang cukup lama di dunia lukis bulu. Bahkan ada yang bilang lukis bulu sendiri identik dengan namanya. Ia lahir pada tahun 1949 dan mulai menciptakan berbagai karya menggunakan bulu unggas sejak tahun 1969. Namanya sebagai pelukis bulu tidak hanya dikenal di dalam negeri tetapi juga sampai mancanegara. Meski pada akhirnya ia menggunakan media cat untuk berkarya nama seorang Cak Kandar tetap terkenal sebagai perupa lukis bulu. Berikut beberapa karya lukis bulu yang pernah ia buat.




ayam beradu, bukalapak.com



Bila Cak Kandar menjadi perupa bulu yang terkenal dari Indonesia maka Kate Mcgwire adalah perupa luar negeri yang juga menyandang predikat tersebut.


profil KateMcgwire ketika berkarya, Katemcgwire.com

Kate Mcgwire adalah seorang seniman dari Inggris. Ia lahir pada tahun 1964 dan menyelesaikan study dengan gelar master pada tahun 2004. Bisa dibilang ia adalah perupa yang identik dengan burung terutama merpati. Karya-karya yang ia buat berbahan dasar bulu merpati. Berbeda dengan cak kandar yang seorang pelukis bulu, Kate adalah seorang pematung. Ia sering membuat bentuk karya patung dengan obyek tertentu seperti gambaran air yang keluar dari pipa rusak atau berupa simpul-simpul yang tak beraturan. Semua karya tersebut dibuat dari bulu unggas terutama merpati. Karya seorang Kate Mcgwire juga memiliki karakter bentuknya tersendiri. Bila Cak Kandar atau rata-rata perupa bulu unggas Indonesia lebih memilih obyek yang realis, maka seorang Kate Mcgwire justru membuat karya patung yang berkarakter abstrak dan surealis (berkarakter seperti hayalan). Karakter tersebut yang tentunya memberi nilai khusus bagi seniman tersebut.
Untuk lebih jelas mengenai karya-karya yang pernah dibuat oleh Kate Mcgwire berikut adalah beberapa contohnya.



karya patung dari bulu unggas, designyourway.net


keluar dari saluran air, designyourway.net





Setelah melihat beberap contoh karya diatas, baik yang berupa lukisan maupun patung, mungkin Anda mulai tertarik untuk memulai berkarya dengan media bulu unggas tersebut. Sebenarnya membuat karya dengan bahan dasar bulu unggas tersebut lebih condong kepada bentuk kerajinan ketimbang seni rupa murni. Itu karena untuk membuat satu karya yang dilakukan adalah dengan menyusun bulu-bulu unggas agar bisa membentuk atau menggambarkan sesuatu. Yang paling penting dalam berkarya seni bulu adalah kesabaran dan ketelititan. Itu karena proses menyusun bulu yang jumlahnya banyak tersebut tentu memakan waktu lebih lama ketimbang sekedar mengusapkan kuas diatas kanvas.

Proses Membuat Lukisan Bulu Cukup Sederhana

Proses membuat karya seni berbahan dasar bulu sebenarnya cukup sederhana meski memakan waktu lebih lama. Sebelum membuat lukisan bulu dibuat sketsa terlebih dahulu di atas kanvas. Setelah itu bulu-bulu unggas yang sudah dipersiapkan di tempel satu persatu sesuai sketsa dengan lem super. Sekilas memang sederhana prosesnya tetapi ada hal yang perlu diperhatikan. Bulu untuk melukis harus betul-betul kering. Selain lebih mudah memprosesnya juga agar tidak cepat lapuk dan rusak karena lembab. Setelah itu potong-potong bulu sesuai dengan keperluan melukis. Setelah itu tinggal tempel ke kanvas.

Perlu juga diperhatikan warna bulu yang diperlukan. Kadang kala untuk membuat suatu obyek dengan warna tertentu sulit mendapatkan bulu unggas yang cocok warnanya. Ini adalah salah satu kendala dalam berkarya seni bulu. Sebagian besar perupa seni lukis bulu lebih senang menghadirkan warna asli dari bulu tersebut ketimbang mengubah warnanya dengan cat. Dengan demikian lukisan yang dibuat jadi lebih terkesan alami.

Peluang Pasar Masih Terbuka

Cukup menarik menyimak seni rupa yang berbahan dasar bulu. Apalagi saat ini sepertinya orang sudah mulai bosan dengan seni rupa yang konvensional dan sedang mencari karya-karya unik yang menarik. Dengan demikian pasar untuk seni rupa bulu tersebut masih terbuka lebar. sebut saja beberapa seniman lukis bulu seperti Jayus Tejo Kusumo yang tinggal di Jakarta atau Susmiadi dari Jember. Dari karya yang mereka buat bisa menghasilkan omzet hingga 15 juta perbulan. Sangat menggiurkan bukan? Jika Anda tertarik untuk berkarya dengan bahan baku tersebut boleh jadi ini peluang untuk membuka usaha. Daripada menyianyiakan limbah bulu unggas hanya untuk masuk tong sampah siapa tahu dengan kreativitas justru bisa disulap menjadi uang yang masuk kantong Anda. 

Komentar